" dipelataran harapan aku menunggumu" sebuah kalimat yang pernah saya lontarkan untukmu
akhi........
aku senantiasa setia pada ketulusanku, aku selalu setia pada janji yang kau ucapkan padaku
akhi.......
tahukah engkau bahwa setiap hari aku selalu bertanya kepada angin tentang kabarmu, karena aku ingin mengetahui kabarmu
akhi..........
suatu ketika angin datang mengabarkan tentang dirimu padaku bahwa saat itu engkau telah mengkhitbah teman terbaikku, begitu terlukanya aku akhi......
ternyata ujung harapanku hanyalah jurang dalam yang menyeramkan, angin menceritakan semuanya padaku, aku sungguh tak kuasa.....
sesungguhnya aku tidak ingin masuk kedalam jurang menyeramkan itu, ku tertatih di bibir jurang yang menyeramkan itu sambil bergumam, ternyata penantianku salah.....penantianku salah.....penantianku salah........
kini aku lihat jurang yang menyeramkan itu dengan linangan air mata dan hati yang terluka..........
angin...mengapa engkau baru menceritakannya sekarang padaku entang perasaannya terhadapku mengapa tidak dari dulu,mengapa...................mengapa angin..............., padahal aku setia tanpa lelah dan letih menanti harapan itu
oh angin............bawalah aku terbang, aku tidak mau masuk kedalam jurang yang menyeramkan itu.....
tapi........akhi.........
bahagialah kau dengannya,aku akan tetap tersenyum walau hatiku pilu dan kelu karenamu akhi ( aang )..............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar